Kampung Palutungan Berpotensi Wisata

Januari 19, 2009

KUNINGAN,(GM)-
Kampung Palutungan, Desa Cisantana, Kec. Cigugur, Kab. Kuningan yang berada di kaki Gunung Ciremai, banyak dikunjungi pendatang dari luar Kab. Kuningan, apalagi pada masa liburan. Para pengunjung datang untuk menikmati indahnya panorama Kampung Palutungan.

“Sudah selayaknya mendatangkan investor bermodal kuat yang mampu mengelola dan membudidayakan pariwisata Kampung Palutungan. Jangan dilihat sebelah mata, kawasan ini berpotensi untuk dikembangkan,” ujar Kusmadio (65), salah seorang pemilik lahan di Kampung Palutungan kepada “GM”, saat kunjungan Bupati Kuningan, H. Aang Hamid Suganda ke lokasi tersebut, Minggu (18/1).

Menurut Kusmadio, Kampung Palutungan yang berdekatan dengan Taman Nasional Gunung Ciremai (TNGC), memiliki potensi wisata yang menjanjikan. Lahan yang sedang dikelola dan sudah memiliki perizinan seluas 13 hektare. “Saya optimis Kampung Palutungan jadi kawasan wisata akan terwujud karena Bupati Kuningan mendukungnya,” ujarnya.

Sementara itu, Bupati Kuningan, H. Aang Hamid Suganda mengatakan, Kampung Palutungan memiliki prospek cerah untuk dikembangkan sebagai basis pertanian dan pariwisata. “Meski keuangan terbatas di APBD, penataan dan pengembangan Kampung Palutungan jadi prioritas. Apalagi telah ada investor yang telah melirik,” jelas Aang. (toh)**www.klik-galamedia.com


Sekdes ”Cunihin” Serahkan Diri

Januari 15, 2009

KUNINGAN,(GM)-
Sekretaris Desa (Sekdes) Cieurih, Kec. Cidahu, Kab. Kuningan, Ja (42), akhirnya menyerahkan diri kepada polisi. Ja diduga melakukan perbuatan cabul berulang kali kepada seorang gadis cantik, Is (16) asal Kp. Wage, Desa Cieurih.

Perbuatan cunihin oknum perangkat desa tersebut terakhir diketahui anaknya ketika tengah berdua dengan Is dalam kamar. Is oleh Ja tengah diajari untuk menghafalkan doa agar Is cepat dapat jodoh.

Data yang dihimpun “GM” di Kecamatan Cidahu, Rabu (14/1), oknum sekdes tersebut sehari-harinya jika di luar jam kerja jadi dukun untuk membantu orang yang lagi kesusahan, seperti mau cepat dapat jodoh, supaya dagangan laris, cepat naik pangkat, dan lain-lain.

Ternyata kerja sampingan dukun Ja ini tercium oleh Is. Is mendatangi Ja untuk dibantu supaya cepat dapat jodoh. Namun apa yang terjadi, bukannya diobati agar cepat dapat jodoh, malah Is dinodai beberapa kali. Is dinodai setiap Selasa, Kamis, dan Jumat Tadinya Is takut untuk melapor kepada siapa pun. Namun akhirnya, Is buka mulut juga di hadapan orangtuanya dan mengatakan kalau Ja telah menodainya.

Orangtua Is tidak terima atas perbuatan Ja sehingga melaporkannya kepada kepala desa, seterusnya kades melaporkan langsung ke Camat dan Kapolsek Cidahu.

Camat Cidahu, Drs. Sudirman mengatakan, pihaknya terlebih dahulu menanyakan kedua belah pihak terkait kasus tersebut. Ternyata keluarga korban enggan kasusnya diselesaikan secara kekeluargaan. Orangtua Is meminta kasus yang menimpa anaknya ditempuh secara hukum.

Sementara itu Kapolsek Cidahu, AKP Sunyata, membenarkan kejadian tersebut. “Sebelum dipanggil oleh petugas Polsek Cidahu, Ja, Selasa (13/1), langsung menyerahkan diri ke Polres Kuningan.” Kini, oknum sekdes tersebut mendekam di ruang tahanan Polres Kuningan,” ujar Sunyata. (toh)** WWW.KLIK-GALAMEDIA.COM


853 KK Tanyakan Gambar Lisdes

Januari 12, 2009

KUNINGAN,(GM)-
Janji pihak CV Citra Mandiri, seusai surat perintah kerja (SPK) terkait proyek listrik desa (lisdes) untuk 17 desa di 13 kecamatan, Kab. Kuningan, sebanyak 853 KK mempertanyakan pemasangan gambar lisdes yang hinggga saat ini belum diserahkan ke pihak konsultan listrik (konsuil) Area 2 Cirebon, UPJ Ciamis dan Kuningan.

Konsuil adalah suatu lembaga independen yang berhak memeriksa gambar dari instalatur sejauh mana kelayakan di setiap konsumen untuk pema-sangan listrik yang dijadikan sertifikat laik operasi (SLO). Tanpa SLO, jangan berharap listrik bisa nyala.

Heriyanto, Koordinator Konsuil Area 2 Cirebon UPJ Cilimus dan Kuningan kepada “GM”, Sabtu (10/1) mengatakan, desa penerima manfaat bantuan listrik pedesaan sebanyak 853 KK tersebut bersumber dari bantuan APBD I Provinsi Jawa Barat melalui Distamben prov.

“Sampai saat ini, CV Citra Mandiri belum menyerahkan gambar. Konsuil merasa dibohongi karena sebelumnya CV Citra Mandiri pernah datang ke kantor meminta diuji secepatnya dan gambar menyusul. Ternyata hingga saat ini gambar belum diserahkan,” jelas Heriyanto.

Varah, Direktris CV Citra Mandiri ketika berkali-kali dihubungi, baik di kantor ataupun di kediamannya, tidak ada di tempat. Sementara pantauan “GM”, Varah pernah mendatangkan Kepala Dinas Pertambangan dan Energi Prov. Jabar, Ir. Tubagus Isni dan Ketua DPD AKLI Jawa Barat, Ferry, beberapa waktu lalu. Didatangkannya kedua tamu penting ini untuk minta segera lisdes dinyalakan tanpa harus melalui prosedur benar.

Varah mendatangkan kedua tamu penting ini dibenarkan oleh staf PLN UPJ Kab. Kuningan. Bahkan pihaknya, kata salah seorang staf, merasa dikecilkan oleh kedua tamu tersebut. Sementara Manajer UPJ Kuningan, H. Endang Dahmat, ketika dikonfirmasi mengatakan, terkait masalah lisdes, pihaknya hanya sebatas menggarap meteran. (toh)**
sumber::www.klik-galamedia.com


Asal Mula Kuningan Jakarta

Januari 8, 2009

Miftah, 38 tahun, warga kelurahan Kuningan DKI Jakarta waktu di wawancara via telepon, menyebutkan menurut cerita orang tua dulu, pasukan yang terkenal gagah waktu tentara gabungan  Cirebon-Demak menyerang Sunda Kelapa namanya Pasukan Arya Kamuning, pasukan kuda yang di pimpin oleh Dipati Ewangga. “Pasukan Arya Kemuning terkenal gesit, walaupun kudanya kecil tapi kuat.” Katanya.

Baca entri selengkapnya »


SKB Kuningan Terbaik

Januari 8, 2009

KUNINGAN,(GM)-

Sanggar Kegiatan Belajar (SKB) Kabupaten Kuningan, merupakan sekolah terbaik yang mewakili Provinsi Jabar dibandingkan SKB lainnya dari DKI Jakarta, Banten, Bengkulu, dan Prov. Bangka Belitung. Hal itu berdasarkan penilaian Pusat Pengembangan Pendidikan Non Formal Informal Regional I Jaya Giri Bandung (P2PNFI Jaya Giri) Desember 2008. Kriteria penilaian meliputi kelembagaan, manajemen warga belajar, kurikulum, struktur organisasi, ketenagaan, dan sarana/prasarana.
Baca entri selengkapnya »

Bupati Kuningan Hari ini Dilantik

Desember 4, 2008

KUNINGAN,(GM)-
Bupati dan Wakil Bupati Kuningan terpilih, H. Aang Hamid Suganda dan Drs. H. Momon Rochmana, M.M., Kamis (4/12) siang ini akan dilantik Gubernur Jabar, H. Ahmad Heryawan di Gedung DPRD Kabupaten Kuningan Ancaran.

Kasubag Umum DPRD Kabupaten Kuningan, Drs. H. Hery kepada “GM”, Rabu (3/12) menjelaskan, pasangan H. Aang Hamid Suganda dan Drs. H. Momon Rochmana (Arochman) tidak bermasalah karena dua calon yang kalah bersikap legowo dan menerima kekalahan.

“SK Mendagri telah dikeluarkan, tinggal dilantik. Siang ini merupakan hari bersejarah bagi masyarakat Kabupaten Kuningan karena H. Aang Hamid Suganda merupakan pemecah rekor yang menjabat Bupati Kabupaten Kuningan dua periode berturut-turut,” kata Kasubag Umum.

Ada pun undangan yang akan hadir dalam acara tersebut yaitu Kepala Bakorwil Cirebon, kepala daerah se-Wilayah III Cirebon, pejabat sekda, kapolres, dandim, kejari, pengadilan negeri, Camat se-Kabupaten Kuningan. “Diharapkan acara pelantikan tersebut berjalan lancar dan aman,” harapnya.

Sementara itu menurut Sujarwo, pemerhati dari Forum Tekad Kabupaten Kuningan mengharapkan, dilantiknya duet Arochman sebagai Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Kuningan periode 2008-2013, dapat segera merealisasikan berbagai program yang disampaikan pada saat kampanye.

Percepatan pelantikan merupakan hal yang sangat logis karena Pilbup Kuningan yang dimenangkan pasangan Arochman, berlangsung dalam situasi yang sangat demokratis serta tidak mengundang keberatan dari pihak yang kalah. “Dengan dipercepatnya pelantikan pasangan Arochman, diharapkan pasangan tersebut dapat segera mewujudkan janji-janjinya pada masa kampanye,” kata Sujarwo. (toh)**


The CIBULAN BATHING PLACE POND

Desember 3, 2008

Entered the Wisata Cibulan Garden region in the Kuningan Regency, West Java (West Java), the person will be welcomed with the atmosphere of typical peace the rural region.

The place that was calm under the auspices of shady trees and cool air, made whoever visited feel peaceful and peaceful.
The wind blew the semi-winch, brought gemerisik the voice of the leaves that rubbed against each other from the density of luxuriant trees beside the garden.

The voice, and the voice kecipak water in two big ponds have the shape of persegi long seemed to become the only voice that canned be heard in the place.

His scenery then was not inferior miraculous.
From time to time, guguran the leaves that have turned yellow were blown the wind and was scattered in the surface of coloured pond water green, reflected the trees shadow.

And under the surface of clear water, dozens of fish were grey blackness swam here and there.

So the fish kancra bodas (Cyprinus carpio), that dikeramatkan by the local community with the Dewa Fish term.

All the scenery increasingly made itself like found the liberation.
Especially for them who each day were forced to take medicine with noise and city routine.

Of course, all the atmospheres and the scenery could be only obtained at the time of Cibulan quiet the visitor, that is on work days, that-unfortunately-very small his possibility could be enjoyed by the commoner, except for they took the leave.

Because on holiday days, especially during the Lebaran public holiday, the visitor could explode until 3,000 people per the day, were crowded in the garden that only measured the area around two hectare.

The Cibulan TOURIST ATTRACTION was located in the Manis Kidul Village, Kecamatan Jalaksana, Kabupaten Kuningan, West Java, around 28 kilometre next south the Cirebon City or 7 kilometre in north the City of Kabupaten Kuningan.

The location of Cibulan ponds was located 300 metre entered to the west from the Cirebon-Kuningan Highway.

The wide entry road has been asphalted.
Although still was rough, has been comfortable enough to be passed by motor vehicles.

The public’s transport headed one of the aims of the mainstay tour in this Kuningan Regency also really was easy to be obtained.
From Cirebon, the visitor could get a lift in the Elf car of the transport of the kind public, by the tarif only revolving Rp 2.000-Rp 2,500

Cibulan was one of the eldest tourist attractions in Kuningan.
This place was declared as the place of recreation the first time on Sunday, on August 27 1939, by Kuningan Regent at that time, RAA Mohamad Achmad.

Inside was gotten two big ponds have the shape of persegi long.
The first pond have a length of 35 metre and wide 15 metre with the depth of water around 2 metre.
The second pond measuring 45 x 15 square metre that was shared to two parts.

The first part with the depth of water 60 centimetre and the second part with the depth of water around 120 sentimeter
Although all those were occupied by dozens of fish kancra bodas various measurements, from that for the length of the 20 ‘s centimetre to almost 1 metre, ponds were in Cibulan opened as the pond of the public’s bathing place.

The place of the recreation was supplemented with typical facilities the place of the bathing place, like the place of the substitute for clothes, the place rinsed, and the bathroom/WC. “Kami provided 30 dressing rooms, 6 toilets, and 2 bathrooms for the place rinsed after swimming in the pond,” said the Management of the Manager the Cibulan Tourist Attraction, Sulaeman NS Slamet

Cibulan was one of the four places of similar recreation in Kuningan.
Three other places were the Linggarjati Pond in the Linggarjati Indah Garden complex, Kecamatan Cilimus; the Cigugur Pond, in the Cigugur Subdistrict; and the Darma Loka Pond in the Darma Subdistrict.
All of them had ponds that were occupied by the shrine fish kancra bodas, but only Cibulan that was made use of as the public’s swimming pool.

The other expertise that was owned by Cibulan was the existence of seven springs that dikeramatkan was named the Sumur Tujuh Shrine in the west corner of this tourist attraction.

Seven springs had the shape of the small ponds named the Kejayaan Well, Sumur Kemulyaan, Sumur Pangabulan, Sumur Cirancana, Sumur Cisadane, Sumur Kemudahan, and the Keselamatan Well.

Seven springs were located over one petilasan the Prabu Siliwangi shrine the stone composition like the stone menhir and two statues of the stripes tiger, the symbol of the greatness of this King Agung Pajajaran.

According to the Resident, petilasan this often was visited by the person, especially on Thursday night Kliwon or for the Maulud month in the Hijriah calendar.

They berziarah and requested the success in his life.
“For that believed, water in seven shrine wells brought the blessing and could grant their request, Several senior officials of the country often came to this place,” he said
Seven shrine wells continued to issue clean water, clear, and cool, despite in the long dry season like this year.

Sulaeman said, water in Cibulan always overflowed, both in the rain season and dry.

That was the reason, apart from as the place of recreation, Cibulan was also made the source of water for the Daerah Company of the Drinking Water (PDAM) Kuningan and was made use of by Pertamina to supply the requirement for clean water in his two property complexes, that is the Ciperna Golf Course in the Cirebon City, and the Daerah Office of the Operation of Hulu Java Bagian Barat (DOH JBB) in Klayan, Kabupaten Cirebon.


Hello world!

Desember 3, 2008

Welcome to WordPress.com. This is your first post. Edit or delete it and start blogging!


Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.